saat pagi menyambut, setiap dari
padamu akan segera menyapa hari,kemudian segera menatap mentari dan bergegas
untuk merangkai lagi, siang yang terik akan menjadi saksi jerih payah yang
engkau lalui dan akan slalu menjadi sumber saksi buatmu untuk tetap terus
berusaha demi melanjutkan hidup,saat petang kembali, kau kembali dalam rumah
dan berkumpul bersama saudaramu,dan ketika malam tiba," engkau tertidur
lagi dalam keheningan,, saat hening tiba sadarkah, " jika ada seseorang di
luar sana yang masih berkeringat mencari kehidupan dengan mempertaruhkan nyawa
dalam pekat malam.
tapi itulah kenyataan hidup yang slalu tak sejalan dengan langah yang seharusnya bisa di pahami
biarkanlah hari-harimu menjadi suatu cerita yang indah. lingkupilah semua itu dengan rasa bersyukur dan slalu beralaskan DOA...... salam damai
tapi itulah kenyataan hidup yang slalu tak sejalan dengan langah yang seharusnya bisa di pahami
biarkanlah hari-harimu menjadi suatu cerita yang indah. lingkupilah semua itu dengan rasa bersyukur dan slalu beralaskan DOA...... salam damai
setelah zaman pembentukaan dimulai,
zaman himbawan pun telah selesai dilaksanakan oleh nabi-nabi dan para utusan
terdahulu, kini masuk di zaman peneguran, bahaya, bencana dan gejala alam yg
mengherankan , kelaparan, ketidak adilan, kerusuhan dimana mana, keanehan,
ketidak wajaran pelanggaran norma,,dan perpecahan pun telah berlangsung di
zaman ini ,dan para pengkaj ilmu yang berlayar dari sumber pertama dan berbalik
haluan,, asal mula mungkin akan menjadi sumber yg berputar 180 derajat dari
misi awal, pada zaman ini manusia juga akan berlari kesana kemari utk mencari
keselamatan diri,dan juga seorang teman akan mampu berkhianat di permaian
antara hidup dan mati........ salam damai.
yg terkecil akan menjadi yg
terbesar, dan yang terdahulu akan menjadi yang terdepan,, seorang pelayan
hendaklah dia melayani dan bukan untuk dilayani, jgn lah pernah menyelundup kan
gandum dari ladang yg di titipkan utk engkau kerjakan ( mencari upah keuntungan
dari pekerjaan Tuhan) sebab engkau tak akan beroleh hasil dari upahmu dari sang
pemilik kebun.. karna si pemilik kebun mengetahuinya apa yg ada di kebunnya
hendaklah dirimu sperti benih yg ditabur pada tanah yg subur,, yg slalu
mengerti dan bijaksana dalam melakukan sgala hal yg terbaik dari yg kamu
ketahui,, jgnlah engkau kwatir akan kehidupan, sebab rizky telah dititipkan
untuk kau temukan,,,, lakukan lah pekerjaanmu diladang itu dengan benar,,
pisahkan dua porsi dalam pekerjaanmu, upah ladang untuk pahalamu, dan upah
pekerjaan dunia utk kebutuhan hidupmu.......
hadapi semua dengan senyuman, dunia
hanya tempat wadah permainan raga,,, biarkanlah roh yang ada dari padamu tumbuh
dewasa,,setiap kejadian mempunyai makna dan kesudahannya sendiri,, setelah
waktu melaju barulah kamu berfikir waktu itu smakin ringan melangkah dan semua
yang berlalu adalah jejak dari langkah masalalu yang tak bisa di ulang untuk
dirombak ulang lakonnya,,,, lakukanlah yang terbaik menurut peran yang banyak
di senangi oleh pemantau kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar